Kuliah Tamu: Kerjasama Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah dan NU CARE - LAZIZNU D.I. Yogyakarta dengan Tema Tantangan dan Prospek Koin NU di DIY

Yogyakarta, 5 Juli 2024 – Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kuliah tamu bekerja sama dengan NU CARE - LAZIZNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kuliah tamu yang diselenggarakan merukan rangkaian kerjasama yang sudah terjalin lebih dari 5 tahun dalam program magang mahasiswa. Acara ini mengusung tema "Tantangan dan Prospek Koin NU di DIY" dan menghadirkan narasumber Mambaul Bahri, seorang praktisi dan penggerak program Koin NU.

Acara yang diadakan pada tanggal 5 Juli 2024 di Technoclass FSH UIN Sunan Kalijaga ini dibuka oleh Sekretaris Prodi, A Hashfi Luthfi, M.H., C.L.A., C.M. Dalam sambutannya, A Hashfi Luthfi menekankan pentingnya program Koin NU sebagai salah satu upaya pengumpulan dana umat yang transparan dan akuntabel. Ia juga mengapresiasi kerjasama dengan NU CARE - LAZIZNU DIY sebagai langkah strategis dalam memajukan ekonomi syariah dan kesejahteraan umat.

Tantangan dan Prospek Koin NU di DIY

Mambaul Bahri dalam pemaparannya menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Koin NU, serta prospek dan manfaat yang dapat diraih. Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Mambaul Bahri antara lain:

  1. Tantangan Pengumpulan Dana: Salah satu tantangan utama dalam program Koin NU adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan koin secara rutin. Hal ini memerlukan upaya sosialisasi dan edukasi yang intensif agar masyarakat memahami pentingnya kontribusi mereka.

  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, NU CARE - LAZIZNU DIY menerapkan sistem transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Koin NU. Hal ini melibatkan pelaporan keuangan yang terbuka dan audit berkala oleh pihak independen.

  3. Inovasi dalam Pengelolaan Dana: Mambaul Bahri juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan dana Koin NU. Penggunaan teknologi digital untuk pengumpulan dan distribusi dana, serta pengembangan program-program yang lebih efektif dan tepat sasaran, menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja Koin NU.

  4. Prospek dan Manfaat Koin NU: Program Koin NU memiliki prospek yang cerah dalam mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mendanai beasiswa pendidikan, serta mendukung pembangunan fasilitas umum.

Diskusi dan Tanya Jawab

Setelah pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan antusias. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi ekonomi syariah, aktif bertanya dan memberikan masukan terkait pelaksanaan program Koin NU. Mambaul Bahri menjawab setiap pertanyaan dengan detail dan memberikan wawasan tambahan yang bermanfaat.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan akademisi, tentang pentingnya partisipasi dalam program Koin NU. Selain itu, diharapkan juga tercipta sinergi yang lebih kuat antara NU CARE - LAZIZNU DIY dengan lembaga-lembaga pendidikan dalam memajukan ekonomi syariah dan kesejahteraan umat.

Kerjasama antara Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah UIN Sunan Kalijaga dan NU CARE - LAZIZNU DIY ini merupakan langkah positif dalam memperkuat literasi dan partisipasi masyarakat dalam program-program filantropi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.