Bisnis Sambil Kuliah, Mengapa Tidak?
Berbisnis merupakan salah satu alternatif cara untuk mendapatkan uang yang halal, sambil kuliah. Kuliah berhasil dan bisnis juga berhasil, kata kuncinya adalah Pandai Membagi Waktu, ulet, mengikuti perkembangan teknologi dan Profesional. Berbisnis sambil kuliah banyak manfaatnya, antara lain: belajar bertanggung jawab, disiplin waktu, beribadah dengan baik. Mengapa beribadah masuk di dalam kategori ini? Dengan ibadah pebisnis akan merasa takut berbuat dosa ataupun rejekinya tidak barokah, maka pebisnis harus jujur. Dengan kejujuran berharap rejekinya barokah, meskipun sedikit tetapi mampu mencukupi kebutuhannya. Orang yang ibadahnya bagus, maka akan berusaha sabar, meski mungkin banyak gangguan di dalam perjalanan bisnisnya. Gangguan bisa berasal dari pesaing, diri sendiri, maupun keluarga ataupun pihak lain. Di dalam bisnis tidak dikenal kata ‘Gagal’ yang ada adalah kesuksesan yang tertunda. Sehingga pebisnis harus ulet, tidak mudah menyerah. Kreativitas diperlukan di dalam persaingan produk sejenis, sehingga mengembangkan wawasan dalam banyak hal diperlukan. Pengembangan wawasan yang berhubungan dengan produk yang digelutinya, persaingan produk sejenis, munculnya barang substitusi, perubahan perilaku konsumen, selalu harus diantisipasi sesara baik.
Banyak cara dapat dilakukan untuk menjalankan usaha bisnis, baik menggunakan modal dalam jumlah besar maupun modal kecil. Untuk pemula yang membuka usaha bisnis tentunya disarankan memulai dengan jumlah modal yang relative kecil, mengingat resiko bisnis untuk pemula yang belum berpengalaman cukup besar. Pada saat ini, banyak pejualan yang tidak memerlukan tempat secara fisik (Misal: Toko) yang harus disediakan, karena penjualan dilakukan secara online.
Yang diperlukan adalah membangun kepercayaan terhadap calon pembeli dengan cara kerja secara professional dan jujur. Biaya sewa toko pada lokasi strategis, biayanya cukup mahal, biaya ini tentu saja harus dipertimbangan dalam perhitungan biaya opersional, yang berdampak pada penentuan harga jual menjadi lebih mahal. Sehingga untuk produk yang tahan lama penjualan untuk area luas, skala nasional maupun internasional sangat dimungkinkan. Namun penjualan untuk barang tahan lama, sebaiknya menggunakan skala wilayah ukuran kecil, agar waktu pengiriman tidak memerlukan waktu pengiriman lebih dari 24 jam. Ketepatan waktu pengiriman barang, merupakan salah satu ciri dari profesionalias di dalam berbisnis, yang harus dijaga dengan baik, agar pelanggan tidak merasa kecewa. Dengan kata lain, pemilihan jasa transportasi yang cepat dan murah, merupakan pendukung keberhasilan di dalam berbisnis dengan model penjualan online.
Konsekuensi tanpa toko, perhitungan biaya sewa tempat bisa diabaikan, sehingga biaya operasional menjadi relatif kecil. Penjualan dengan menggunakan toko atau semacam perlu lokasi strategis agar konsumen mudah mencapainya. Tanpa toko bisa memanfaatkan salah satu kamar yang ada di rumah dan lokasi tidak harus strategis, sebagai tempat penyimpanan barang-barang dagangan. Kunci keberhasilan model penjualan online adalah: Pelayanan cepat, jujur, pengiriman barang secara cepat (bisa kerja sama dengan jasa transportasi). Untuk penjualan online bisa bekerjasama dengan marketplace. Modal kecil, memiliki resiko kecil, jika terpaksa rugi, kerugiannya relative kecil. Jika bisnis sudah berjalan dan mulai terlihat adanya pelanggan, maka penambahan jumlah produk bisa dimulai. Konsekuensinya adalah penambahan modal. Semua pekerjaan pasti ada resikonya, yang penting perencanaan di dalam penjualan diperhitungkan secara matang, untuk meminimalkan resiko yang harus dihadapi.
Berbisnis diperlukan kemamapuan untuk melihat peluang, yang berhubungan dengan kemampuan masing-masing individu terhadap produk yang akan dijual. Belajar berbisnis , tidak harus menunggu lulus sarjana, bisa dilakukan bersamaan dengan masa studi. Berbisnis pada waktu masih berstatus sebagai mahasiswa, untuk produk tertentu sangat diuntungkan, karena segmen pasarnya bisa dipilih dari lingkungan kampus. Lingkungan kampus merupakan peluang bisnis yang bisa digarap dengan lebih jeli, sehingga tingkat keberhasilannya relative lebih tinggi. Mengapa demikian? Karena lingkungan tempat belajarnya sudah dikenal dengan baik, bahkan bisa ‘dirasakan’ apa yang diinginkan oleh masyarakat kampus tempat menimba ilmunya. Pilih segmen pasar masyarakat kampus yang bisa digarap dengan produk yang akan ditawarkan. Memang berbisnis di lingkungan kampus perlu adanya ‘keberanian untuk tidak malu’ untuk menawarkan kepada teman-temannya yang dianggap sebagai segmen pasar yang potensial.
Setiap jenis produk memiliki karakteristik yang beragam, makanan, pakaian, tas, sepatu merupakan produk yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat kampus, sehingga memiliki peluang besar untuk digarap. Konsekuensi dari pilihan jenis produk adalah penerapan strateginya. Strategi yang dimaksudkan adalah berhubungan dengan 4P yaitu Product, Price, Place dan Promotion. Jika produk sudah ditentukan, maka harga baru bisa dihitung dan ditetapkan tingkat keuntungan yang diharapkan. Penentuan harga untuk masyarakat kampus perlu disesuaikan dengan segmen pasarnya, supaya harga tidak terkesan mahal. Mempertimbangkan kelas sosial di dalam penetapan harga adalah penting, sebab perbedaan harga untuk segmen pasar dengan kelas sosial menengah bawah, cenderung sensitif. Pembeli akan mempertimbangkan selisih harga meski hanya berbeda sedikit dengan harga pesaing, berakibat pembatalan pembelian.
Saluran pemasaran untuk masyarakat kampus, cenderung dilakukan secara langsung, guna pengurangan biaya operasional, sehingga harga bisa ditekan untuk menimbulkan image murah. Penjual pemula harus mampu membangun image murah agar calon pembeli tertarik untuk melakukan pembelian dan mendatangkan pelanggan. Keuntungan yang kecil pada setiap produk, akan menjadi berlipat jika jumlah produk yang terjual dalam jumlah besar. Kepuasan pelanggan merupakan kunci kesuksesan di dalam penjualan. Kepuasan konsumen akan berdampak pada word of mouth positive (WOM). WOM positif merupakan promosi efektif yang tidak berbayar, namun mampu memberikan dampak luar biasa terhadap orang lain. WOM positif mampu meningkatkan volume penjualan megalahkan iklan yang berbayar dengan tarif mahal. Orang akan lebih percaya terhadap kata temannya yang merasa puas dalam mengkonsumsi produk tersebut, dibandingkan dengan iklan berbayar yang dimuat di beberapa media masa. Kesaksian teman/saudara mampu menghilangkan kelemahan yang ada pada produk.
Word of Mouth (WOM) merupakan bagian dari promosi yang sangat efektif. Iklan lain yang pada saat ini cukup efektif dilakukan adalah melalui medsos, misalnya Twiter, Instagram, Youtube, wag, Facebook ataupun melalui web. Tentunya melalui medsos mana yang akan dipilih, sangat tergantung pada segmen pasar yang akan digarap. Penggunaan bazer (berbayar) memang memiliki dampak pos, namun perlu diingat seberapa tingkat kepercayaan konsumen terhadap info tersebut.
Selain iklan di medsos dengan segmen pasar pengguna handphone hasilnya sangat cepat terlihat, terlepas apakah nanti akan melakukan pembelian ulang atau tidak. Segmen pasar yang jarang membuka hand phone, harus diantisipasi melalui periklanan dalam bentuk cetakan, yaitu brosur, booklet, spanduk, iklan di televisi, dan semacamnya.
Penentuan harga jual harus ditetapkan secara lebih berhati-hati, jika penjualan dilakukan dengan cara online. Calon pembeli cenderung melakukan perbandingan harga untuk produk yang sama pada penjual lain, sebelum pengambilan keputusan beli. Pengambilan keuntungan dengan menentukan jumlah prosentase tertentu (sebagai markup nya) yang relative kecil, karena berharap volumenya besar. Merupakan strategi yang tepat. Hal ini bisa diterapkan untuk pakaian dan makanan. Sensitivitas harga jual melalui penjualan online dapat dikatakan lebih besar dengan model penjualan secara luring. Orang tidak perlu berjalan untuk membandingkan, cukup hanya ‘memainkan jari jemarinya untuk menekan tombol hp’. Selain itu juga tidak mempertimbangkan waktu buka toko. Pembelian barang secara luring, kadang harus mempertimbangkan waktu tutup toko, agar dapat membandingkan beberapa tempat di pusat pembelanjaan pada saat berkunjung.
Widyarini Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga
widyarini@uin-suka.ac.id